Rabu, 31 Oktober 2012

kode error ac standing floor daikin

Setelah cukup lama mengumpulkan data kode error ac standing floor, akhirnya cukup sudah hasilnya. Berikut ini daftar kode error ac standing floor merk Daikin

Minggu, 21 Oktober 2012

Relief valve

Relief valve

Relief valve berfungsi untuk mencegah over pressure di Discharge, pada batas setiingan akan membuka , membuang angin palsu ( istilah mesin diesel ). Pada unit Amoniak di pasang di Receiver atau kondensor bagian atas untuk membuang moisture atau angin, kalau di Chiller R11 ada Purging unit dan safety disc yang fungsinya sama untuk mencegah over pressure. Ada memang refrigerant yang terbuang tapi akan lebih baik hasilnya setelah auto purging terjadi.

Jika valve ini tidak terpasang maka pendimginan akan berkurang karena ketika system refri banyak mengandung moisture atau ada udara didalamnya akan High press, ampere tinggi pendinginan kurang. ujungnya compresor bisa jebol kalau batas ampere terlampaui

Setting Relief Valve Discharge Presure pada Pendingin berkapasitas besar (umumnya) dg menggunakan r22 di setting pada 450 psi.. Jika tekanan mencapai titik Setting Relief Valve akan terbuka untuk menghindari terjadinya Hal yg Fatal.. 
Cara Kerjanya Bagai Kita menyumbat lubang bertekanan dengan Tangan Kita pada tekanan tertentu tangan kita lepaskan karena sudah tak mampu menahannya.. namun menggunakan Sping atau Per untuk menentukan berapa setting tekanan yg di inginkan.



DIAGRAM AC SPLIT

Ini diagram aircond convensional dengan catu daya system switching .ketika unit sudah trinstal dengan baik catu daya akan masuk melalu fuse ( skring ) untuk kemudian di rectifier (meratakan gelombang biasanya dengan capasitor)biasanya disertakan pula dengan varistor penjaga tegangan lebih untuk kemudian di searhkan dengan sebuah dioda brigde yaitu 4 buah dioda yg di rangkai menjadi satu sehingga arus AC berubah menjadi DC .arus dc tersebut kemudian rubah lagi ke ac melalui sebuah trafo yang terintegrated di dalam catu daya switching switc .bila system normal maka arus keluaran dari catu daya tersebut biasanya berkisar 5 volt untuk system dan 12 volt untuk ssr atau relay mekanik. dalam system standby ketika tombol remote di tekan on sebuah reciever sensor akan merubah gemlombang infra merah menjadi pulse electrik yg akan di terjemahkan oleh mikrocontroller sebagai sebuah perintah untuk mengaktifkan unit .untuk selanjutnya system akan mengecek berbagai sensor sebagai indikator normal fan indoor akan menyala sesaat untuk kemudian out door juga ikut running melalui arus relay 1 .

Kamis, 13 September 2012

Thermostatic Expansion Valve ( TXV )


Katub ekspansi thermostatic adalah jenis katub yang paling banyak
digunakan, karena efisiensinya tinggi dan mudah diadaptasikan
dengan berbagai aplikasi refrigerasi.
TXV pengaturannya berbasis pada suhu gas
panas lanjut di bagian keluaran evaporator selalu konstan untuk
memastikan refrigerant yang dihisap kompresor selalu dalam fasa
gas. Karena sifatnya tersebut, katub ekspansi thermostatik sangat
tepat digunakan pada sistem refrigerasi yang mempunyai beban
bervariasi. Bagian utama katub ekspansi thermostatik adalah
1. katub jarum dan dudukannya.
2. Diafraghma
3. Remote bulb yang berisi refrigeran cair, dilengkapi dengan pipa kapiler yang langsung
terhubung ke diafrahma.
4. pegas yang dapat diatur tekanannya melalui sekrup pengatur tekanan. Seperti semua piranti
kontrol laju aliran refigerant lainnya, katub ekspansi thermostatik
juga dilengkapi dengan filter dari kasa baja yang diletakkan di sisi
masukan katub ( orifice ).
Remote bulb ( sensor ) dipasang pada sisi keluaran evaporator dicekam atau
diklem kuat pada saluran outlet evaporator atau akhir pipa evaporator agar dapat mendeteksi
atau merespon langsung suhu refrigerant yang mengalir pada sisi
outlet evaporator.

CARA KERJA TXV
Cara kerja TXV adalah jika beban bertambah, maka cairan refrigran di evaporator akan lebih
banyak menguap, sehingga besarnya suhu panas lanjut dievaporator
akan meningkat. Pada akhir evaporator diletakkan tabung sensor suhu
(sensing bulb) dari TXV tersebut. Peningkatan suhu dari evaporator
akan menyebabkan uap atau cairan yang terdapat ditabung sensor suhu
tersebut akan menguap (terjadi pemuaian) sehingga tekanannya
meningkat. Peningkatan tekanan tersebut akan menekan diafragma ke
bawah dan membuka katup lebih lebar. Hal ini menyebabkan cairan
refrigeran yang berasal dari kondensor akan lebih banyak masuk ke
evaporator. Akibatnya suhu panas lanjut di evaporator kembali pada
keadaan normal, dengan kata lain suhu panas lanjut di evaporator di
jaga tetap konstan pada segala keadaan beban.